Oto

BYD Jamin Garansi Penuh untuk Fitur Asisten Mengemudi “God’s Eye”

Shenzhen (KABARIN) - perlindungan penuh bagi pengguna fitur bantuan mengemudi “Urban Navigate on Autopilot” (NOA) yang merupakan bagian dari sistem “God’s Eye” di pasar China.

“Hari ini, saya resmi umumkan: BYD membuka era pemandu kota yang dapat dipilih, semua seri, semua model dapat dipasangi sistem bantuan mengemudi laser 'God's Eye', agar teknologi yang baik dapat dinikmati semua orang,” kata Chief Executive Officer BYD, Wang Chuanfu dalam pengumuman di Kantor pusat BYD, Shenzhen, Provinsi Guangdong, Kamis (28/5).

Sebelumnya, BYD telah menjadikan “God’s Eye” sebagai fitur standar di sebagian besar modelnya.

Namun pada tahap awal, sistem tersebut masih menggunakan skema bertingkat, di mana model lebih murah hanya mendapat fitur dasar untuk jalan tol, sementara fungsi navigasi perkotaan lebih canggih tersedia di model premium.

Sistem itu sempat mendapat kritik karena dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan klaim awal.

Kini, BYD menyebut dirinya sebagai produsen pertama yang memberikan perlindungan menyeluruh untuk sistem bantuan mengemudi canggih atau Advanced Driving Assistance Systems (ADAS).

Dalam strategi “Intelligent Driving for All”, BYD juga membuka opsi pemasangan sistem “God’s Eye-B” berbasis LiDAR (Light Detection and Ranging), yakni teknologi sensor laser untuk memetakan lingkungan dalam bentuk 3D.

Opsi ini ditawarkan dengan biaya sekitar 12.000 yuan atau sekitar Rp26,5 juta, termasuk pada model murah seperti “Seagull”.

“Harga opsi semuanya 12.000 yuan (sekitar Rp26,5 juta). Bahkan mobil sekelas "Seagull" yang murah pun bisa memiliki pengalaman otonom setara mobil mewah. Skema opsi ini adalah yang paling tulus di industri, sudah merupakan harga pokok kami. Apakah Anda puas?” ungkap Wang dalam acara tersebut.

BYD juga menargetkan tiga tujuan besar dari pengembangan teknologi ini, yakni nol kecelakaan lalu lintas, menjadikan ADAS sebagai “super driver”, serta mengembangkan AI sebagai asisten pribadi cerdas.

Perusahaan menyatakan akan menginvestasikan lebih dari 100 miliar yuan untuk pengembangan teknologi bantuan mengemudi, sekaligus memperluas jaminan perlindungan selama satu tahun bagi pembeli kendaraan baru maupun pengguna yang melakukan upgrade sistem.

“Mulai hari ini, selama satu tahun ke depan, setiap pembeli strategi baru kendaraan otonom BYD, dapat menikmati perlindungan sistem bantuan mengemudi God's Eye, selama satu tahun,” tambah Wang.

Kebijakan ini mencakup tanggung jawab kerugian jika terjadi kecelakaan saat fitur “Urban NOA” digunakan sesuai aturan, di mana BYD akan menanggung biaya kerugian yang timbul.

Di sisi lain, BYD memanfaatkan basis data besar dari lebih dari 3,15 juta kendaraan yang sudah dilengkapi sistem ADAS, yang menghasilkan ratusan juta kilometer data berkendara setiap hari untuk memperkuat pengembangan algoritma.

Pengumuman ini juga bertepatan dengan peluncuran chip otomotif 4 nanometer bernama Xuanji A3, yang diklaim sebagai salah satu terobosan terbaru di industri kendaraan otonom.

Meski agresif dalam inovasi, BYD diketahui menghadapi tekanan bisnis, termasuk penurunan penjualan dan laba pada beberapa periode terakhir akibat persaingan ketat di pasar kendaraan listrik China.

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: